ITB Hari Ini

Hari ini kampusku kembali ramai lagi di media online, seperti kasus kebakaran dan kepala babi Februari lalu. Yang dibicarakan bukan prestasi anak-anaknya ataupun tindakan kontroversial oleh anak ITB sendiri. Yang membuat ramai adalah bahwa hari ini di ITB ada aksi mahasiswa se-Bandung raya perihal solidaritas mereka kepada mahasiswa yang tewas bakar diri didepan Istana Negara kemarin.

Semula, KM memang diajak untuk melakukan aksi di hari ini, hanya saja saat ditanya tentang kontennya, tidak ada jawaban. Massa yang mengaku dari Organ Ekstra Kampus berdatangan menggunakan jaket almamater kampus masing-masing di gerbang depan ITB. Pada aksi tersebut, massa sempat memaksa masuk kedalam kampus dan menyerang bendera merah putih di gerbang depan, tetapi berhasil ditertibkan jajaran satpam. Massa juga sempat melakukan aksi teatrikal bermakna kemiskinan rakyat Indonesia.

Pihak KM ITB pun datang, termasuk sang presiden KM. Sang presiden lalu mengajak massa untuk duduk berdiskusi bersama, tetapi massa tetap melanjutkan orasi yang tak terarah. Hingga sekitar jam setengah tiga, aksi diakhiri dengan penyerahan simbolis kepada presiden KM. Yang mereka berikan adalah pembalut dan celana dalam sebagai tanda bahwa mahasiswa ITB banci. Massa pendemo pun bubar ke arah UNISBA sambil mengacungkan jari tengah.

Cerita tersebut adalah versi gabungan dari twitter KM ITB dan yang saya lihat sendiri tadi siang. Massa demo pun sempat menyebut kita sampah pendidikan. Penyerahan celana dalam pun sepertinya analog dengan kisah nyata boneka beruang dulu.

Namun, yang saya yakini adalah aksi bakar diri itu salah baik secara agama maupun sosial. Nyawa si pelaku pun lenyap begitu saja. Memang menginspirasi bagi sebagian mahasiswa lainnya, tapi kesempatan diri untuk bergerak secara horizontal pun tiada lagi. Budaya diskusi pun sebaiknya diberlakukan secara umum, bukan langsung mendemo secara brute force.

Terlepas dari UAS para anak ITB, aksi tersebut sepertinya sia-sia saja. Mahasiswa ITB pun sebenarnya tetap peduli bangsa walaupun jarang berdemo. Namun kepedulian tersebut ditunjukkan lewat solusi yang lebih rasional seperti pengabdian masyarakat. Ya, jika ingin menunjukkan rasa kepedulian kita, perbaikilah mulai dari kualitas diri sendiri. Tingkatkan mutu pengabdian masyarakat, garap terus ilmu yang bermanfaat sebanyak-banyaknya, dan tak lupa untuk tidak hanyut akan prestasi yang mengimpresifkan diri sesaat.

About Aditya

just a new blogger

Posted on 14 December 2011, in Adit says, News. Bookmark the permalink. Leave a Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 277 other followers